Rp 80.000,00
Setelah keempat khalifah dari Khulafa ar-Rasyidin, yaitu Imam Ali bin
Abi Thalib terbunuh (pada bulan Ramadhan tahun 40 H), kaum Muslim
diwilayah Syam memilih Mu'awiyah bin Abu Sufyan (yang kala itu menjabat
sebagai Gubernur Syam) sebagai khalifah berikutnya, sebagai konsekuensi
logis dari peristiwa tahkim yang terjadi sebelumnya. Sementara itu, kaum Muslim diwilayah Irak memilih Hasan bin Ali sebagai Khalifahnya.
namun beberapa bulan kemudian, dengan pertimbangan untuk menghindari perpecahan dan pertikaian diantara kaum Muslim, sekaligus untuk menyatukan kaum Muslim dalam satu kepemimpinan, Hasan bin Ali menyerahykan kepemimpinannya kepada Mu'awiyah. Peristiwa yang terjadi pada tahun 41 H ini dikenal dengan 'Aamuul Jama'ah sekaligus sebagai tonggak baru Peradaban Islam, yang kekuasaannya didominasi oleh para Khalifah Bani Umayyah.
Mu'awiyyah bin Abu Sufyan bin Shakr bin Harb bin Umayyah menjadi Khalifah pertama dari periode ke-Khilafahan Islam Bani Umayyah. Dialah orang yang pertama dalam sejarah Islam yang menjadikan ke-Khilafahan sebagai sebuah warisan, yang ditrunkan kepada anak cucu atau saudara-saudaranya. Padahal, kekuasaan itu hak milik kaum Muslim, bukan millik pribadi, keluarga, maupun kelompok tertentu. Meski demikian, ia tidak berani mencampakkan legalitas Syar'i atas kekuasaan, yaiut adanya Bay'at dari Kaum Muslim terhadap Khalifah. Hal itu berlangsung hingga masa Khalifah terakhir dari Bani Umayyah, yaitu Marwan II, atau dikenal dengan Marwn bin Muhammad bin Marwan bin Hakam, yang terbunuh pada tahun 132 H.
Dalam buku ini,anda akan diajak berpetualang ke masa-masa jahiliyah pra Islam, kelahiran Rasulullah Saw, lalu munculnya risalah Islam, dakwah dan keberhasilan Rasulullah Saw dalam membangun masyarakat dan peradaban baru setelah wafatnya beliau Saw, yang dilanjutkan dengan masa ke-Khilafahan yang penuh berkah dan petunjuk yaitu Khulafa ar-Rasyidin. Kemudian berganti dengan masa ke-khilafahan Bani Umayyah. Sungguh dalam pergiliran kekuasaan tersebut syarat dengan pelajaran yang penuh hikmah, bagi orang-orang yang mau berpikir. Anda juga akan dapat memmbedakan karakter penguasa dan sifak kaum Muslim pada masa Rasulullah dan Khulafa ar-Rasyidin, dengan kareakter para penguasa setelam mereka. Meski demikian, sungguh karakter para Khalifah dan kaum Muslim pada saat itu, lebih mulia dibadingkan dengan karakter pemimpin kaum Muslim saat ini. Para Khalifah terdahulu, meski mereka itu berada jauh setelah periode Khulafa ar-Rasyidin tidak pernah melepaskan perhatian dan upayanya untuk menjaga dan memelihara agama, menyebarluaskan dakwah, dan menjalankan Jihad fi Sabilillah, menerapkan syari'at dan hukum-hukum Islam, melindungi, memelihara, dan mengurus kaum Muslim, memperhatikan dan menjaga wibawa para prajurit, menghormati para Ulama, dan masih ada rasa takut pada diri mereka terhadap Allah Swt.
Maka perhatikan dan bandingkan, karakter para Khalifah terdahulu, dengan para penguasa kaum Muslim saat ini. Hendaknya orang-orang yang membaca sejarah mau berpikir. Banyak umat sebelum kita hancur binasa karena dirhaka dan mendustai ajaran Allah Swt dan Rasul-Nya.
namun beberapa bulan kemudian, dengan pertimbangan untuk menghindari perpecahan dan pertikaian diantara kaum Muslim, sekaligus untuk menyatukan kaum Muslim dalam satu kepemimpinan, Hasan bin Ali menyerahykan kepemimpinannya kepada Mu'awiyah. Peristiwa yang terjadi pada tahun 41 H ini dikenal dengan 'Aamuul Jama'ah sekaligus sebagai tonggak baru Peradaban Islam, yang kekuasaannya didominasi oleh para Khalifah Bani Umayyah.
Mu'awiyyah bin Abu Sufyan bin Shakr bin Harb bin Umayyah menjadi Khalifah pertama dari periode ke-Khilafahan Islam Bani Umayyah. Dialah orang yang pertama dalam sejarah Islam yang menjadikan ke-Khilafahan sebagai sebuah warisan, yang ditrunkan kepada anak cucu atau saudara-saudaranya. Padahal, kekuasaan itu hak milik kaum Muslim, bukan millik pribadi, keluarga, maupun kelompok tertentu. Meski demikian, ia tidak berani mencampakkan legalitas Syar'i atas kekuasaan, yaiut adanya Bay'at dari Kaum Muslim terhadap Khalifah. Hal itu berlangsung hingga masa Khalifah terakhir dari Bani Umayyah, yaitu Marwan II, atau dikenal dengan Marwn bin Muhammad bin Marwan bin Hakam, yang terbunuh pada tahun 132 H.
Dalam buku ini,anda akan diajak berpetualang ke masa-masa jahiliyah pra Islam, kelahiran Rasulullah Saw, lalu munculnya risalah Islam, dakwah dan keberhasilan Rasulullah Saw dalam membangun masyarakat dan peradaban baru setelah wafatnya beliau Saw, yang dilanjutkan dengan masa ke-Khilafahan yang penuh berkah dan petunjuk yaitu Khulafa ar-Rasyidin. Kemudian berganti dengan masa ke-khilafahan Bani Umayyah. Sungguh dalam pergiliran kekuasaan tersebut syarat dengan pelajaran yang penuh hikmah, bagi orang-orang yang mau berpikir. Anda juga akan dapat memmbedakan karakter penguasa dan sifak kaum Muslim pada masa Rasulullah dan Khulafa ar-Rasyidin, dengan kareakter para penguasa setelam mereka. Meski demikian, sungguh karakter para Khalifah dan kaum Muslim pada saat itu, lebih mulia dibadingkan dengan karakter pemimpin kaum Muslim saat ini. Para Khalifah terdahulu, meski mereka itu berada jauh setelah periode Khulafa ar-Rasyidin tidak pernah melepaskan perhatian dan upayanya untuk menjaga dan memelihara agama, menyebarluaskan dakwah, dan menjalankan Jihad fi Sabilillah, menerapkan syari'at dan hukum-hukum Islam, melindungi, memelihara, dan mengurus kaum Muslim, memperhatikan dan menjaga wibawa para prajurit, menghormati para Ulama, dan masih ada rasa takut pada diri mereka terhadap Allah Swt.
Maka perhatikan dan bandingkan, karakter para Khalifah terdahulu, dengan para penguasa kaum Muslim saat ini. Hendaknya orang-orang yang membaca sejarah mau berpikir. Banyak umat sebelum kita hancur binasa karena dirhaka dan mendustai ajaran Allah Swt dan Rasul-Nya.

Posting Komentar